Selasa, 05 Februari 2019

Kita Pantas Untuk Bahagia


Putus asa, aku pernah merasakan apa yang biasa orang kenal dengan “putus asa”. Aku hampir termakan oleh situasi itu, semua kemungkinan terburuk selalu muncul di otakku seakan sudah tidak akan pernah ada lagi jalan keluarnya. Aku juga yakin semua orang pasti pernah merasakan yang namanya putus asa, bagiku putus asa tidak memiliki takaran seberapa besar atau kecil layaknya makanan atau minuman. Semua putus asa yang pernah dirasakan oleh setiap orang sama rata, karena cobaan datang selalu sesuai dengan kemampuan masing – masing orang.

Banyak hal yang membuatku merasa putus asa, salah satunya ialah perasaan bahwa “aku tidak pantas”. Mungkin bagi beberapa orang kalimat tersebut terdengar biasa, namun tidak denganku. Banyak kalimat menyedihkan lainnya yang akan selalu melekat di ingatanku, contoh kecilnya seperti,
“Kamu bisanya apa sih? Gak ada?”
“Kamu tuh gak pantes ada diposisi itu”
“Sadar dong kamu siapa”
“Kamu Cuma bisa mengerjakan dengan asal – asalan seperti ini? Lantas untuk apa ini?” padahal saat itu aku sudah berusaha melakukan yang terbaik yang aku bisa, namun aku tetap dianggap tidak bisa apa – apa.
Lalu satu kalimat yang paling melekat di dalam ingatanku adalah,
“Sadar diri deh, anak brokenhome kayak kamu gak pantas bahagia”.

Iya, tentu saja aku runtuh saat itu. Aku merasa tidak pantas untuk hidup, bahkan apa yang sudah kulakukan dengan sepenuh hati tetap tidak dianggap dan disepelekan oleh mereka. Tapi, untuk aku dan kalian semua yang mungkin merasakan hal seperti aku, kita tidak boleh terlarut dalam perkataan orang lain yang mampu menjatuhkan kita. Mau sampai kapan kita hidup hanya terus memuaskan ekspektasi orang lain akan diri kita. Kalau merasa sudah tidak pantas diposisi itu ya pergi, kalau memang sudah tidak bisa diupayakan dengan baik. Untuk apa aku dan kalian bertahan hanya untuk menunjukan mereka bahwa aku mampu tetapi aku sendiri tidak bahagia ada disana. Ingat, yang terpenting itu hidup bahagia. Untuk menjadi bahagia kita tidak perlu mendengarkan kata mereka yang hanya mampu menjatuhkan kita dan membuat kita berada diposisi itu itu aja. Cari posisi baru yang menurut kamu kamu pantas berada disana, tentunya kamu juga harus bahagia disana.

Kita hidup tidak untuk memenuhi ekpektasi setiap orang, kita hidup untuk kebahagiaan kita sendiri. Karena bahagia itu priceless, dengan kalian bahagia kalian akan menjadi pribadi yang lebih bersyukur, dibandingkan hanya dengan berusaha memenuhi ekspektasi orang lain yang bahkan mereka pun tidak menghidupimu, tidak memberi kamu nyawa untuk kamu tetap merasa hidup. Singkirkanlah orang – orang yang mampu membuatmu jatuh, karena kunci untuk keluar dari putus asa adalah bahagia. Coba cari kebahagiaanmu di tempat lain, cari lingkungan yang membuatmu bangkit bukan jatuh. Cari lingkungan yang membangunmu bukan meruntuhkanmu. Karena kita berhak bahagia!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar